Sakera Blogger

Komunitas Blogger Madura

Madura Akan Dipasok Listrik 400 MW

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Pembangunan Kabel Listrik Suramadu Berlanjut

Perhatian pembangunan terhadap Pulau Madura pasca tersambungnya jembatan Suramadu mulai tampak. Saat ini PLN sedang menyiapkan tambahan pasokan listrik ke Madura melalui kabel yang melintas di bawah jembatan terpanjang di Indonesia tersebut. Praktis mulai 2010 ini, Madura akan dipasok listrik hingga 400 megawatt (MW).

Mulai Sabtu (23/1) lalu, pengerjaan proyek pemasangan kabel listrik di Jembatan Suramadu kembali dilanjutkan. Proyek yang memang sempat dihentikan sementara tersebut sudah dinanti oleh masyarakat Madura. Itu, seiring adanya pemadam listrik bergilir di Pulau Garam karena putusnya salah satu kabel listrik bawah laut yang ke Madura.

Menurut Deputi Operational PLN Regent Jatim Chairul Alam, sebuah kabel yang mampu memasok 100 MW ditargetkan akan tuntas pada 14 Februari mendatang. “Ada saluran kabel yakni dari Gresik dan dari Pasuruan yang akan menambah pasokan listrik ke Madura. Satu kabel akan tuntas pada 14 Februari mendatang,” ujarnya.

Sedangkan satu kabel lagi yang juga akan melintas di bawah jembatan Suramadu menurut Chairul akan diselesaikan pada tahun ini juga. Dengan tambahan kabel listrik yang baru dibangun PLN tersebut, akan mampu memasok 200 MW listrik baru ke Pulau Garam.

“Jadi kalau ditambah dua kabel dasar laut yang juga mampu memasok masing-masing 100 MW, maka total listrik yang masuk Madura mencapai 400 MW,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait perbaikan sebuah kabel PLN di dasar selat Madura yang rusak karena jangkar kapal, Chairul mengaku membutuhkan waktu 1,5 bulan. Saat ini pihak PLN sudah berhasil menemukan titik kerusakan kabel. Selanjutnya menurut Chairul, kabel tersebut akan diangkat ke permukaan untuk diperbaiki. “Kita sudah mendapatkan kapal tongkang dari Kalimantan sebagai tempat memperbaiki kabel yang rusak,” terangnya.

Langkah konkret memanfaatkan Jembatan Suramadu untuk memasok listrik ke Madura mendapat apresiasi dari pihak DPRD Bangkalan. Rokib, anggota komisi C DPRD Bangkalan mengatakan, upaya tersebut memang sudah selayaknya dilakukan. “Buat apa kita punya jembatan yang sangat mahal kalau tidak difungsikan secara maksimal. Pihak PLN sangat brilian melakukan hal itu,” ujarnya.

Rokib menambahkan, dengan adanya sambungan listrik di bawah jembatan Suramadu akan membuat persoalan Madura padam serentak tidak akan terulang kembali. Pasalnya dua kali peristiwa kabel dasar laut putus terbawa jangkar kapal tidak akan kembali terjadi. “Kalau sudah kabelnya di bawah jembatan, kan tidak mungkin dibawa kapal lagi,” tandasnya. (ale/ed)

Sumber: Jawa Pos, Senin, 25 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadurakbr.blogspot.com/2010/01/madura-akan-dipasok-listrik-400-mw.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

PLN Jamin Madura Cukup Listrik

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Tak Ada Pemadaman Bergilir meski Kabel Rusak

PLN menjamin pasokan listrik di Madura pasca bocornya kabel bawah laut awal Januari lalu. Juga tidak ada pemadaman secara bergilir. Jaminan ini disampaikan Deputi Operational PLN Regent Jatim Chairul Alam kepada Komisi C DPRD Bangkalan saat hearing kemarin (22/1).

Untuk membuktikan keseriusan PLN, Chairul yang ditemani Manajer UPJ PLN Bangkalan Taufik mengajak anggota komisi C melihat persediaan listrik untuk Madura di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gili Timur, Kec Kamal.

Saat dengar pendapat, Chairul menjelaskan pasokan listrik di Madura. Saat ini kebutuhan listrik bagi masyarakat Madura saat siang hari hanya 65 megawatt (MW). “Kalau malam memang maksimal bisa mencapai angka 135 MW. Tapi, itu semua dapat dipenuhi kok,” ujarnya.

Chairul menjelaskan, saat ini satu kabel PLN di dasar Selat Madura rusak karena jangkar kapal. Praktis kerusakan yang diakibatkan jangkar KM Kirana III pada Senin (4/1) lalu membuat pasokan listrik ke Madura berkurang. “Kita punya dua kabel bawah laut yang masing - masing mampu menyalurkan 100 MW ke Madura. Jika satu rusak, masih tersisa 100 MW,” ulasnya.

Nah, kekurangan pasokan listrik ke Madura ditutupi oleh PLTG di Gili Timur. PLTG di Kec Kamal itu mampu memproduksi 2 x 18 MW. “Jadi, tidak ada masalah. Pemadaman bergilir awal Januari lalu, karena kami hanya sedang melakukan adaptasi. Sekarang kami jamin tidak ada pemadaman bergilir di Madura,” tegasnya.

Bahkan, setelah memberikan penjelasan di hadapan para wakil rakyat, pihak PLN mengajak anggota komisi C melihat langsung kesiapan PLTG Kamal. Di sana, Ketua Komisi C Mukaffi Anwar dan anggotanya diperlihatkan kinerja PLTG dalam menyokong kebutuhan listrik di Madura. “Kami siap bekerja keras untuk menyediakan pasokan listrik di seluruh Madura,” kata Chairul.

Mukaffi Anwar saat dikonfiramsi koran ini menyatakan puas. Dia mengaku sudah mengerti akan kebutuhan listrik di Madura, khususnya di Bangkalan. Namun, dia tetap berharap agar terus ada peningkatan pelayanan PLN.

“Sekarang semua sudah menjadi jelas. Terpenting ada jaminan dari PLN bahwa masyarakat Madura tidak akan kesulitan mendapatkan pasokan listrik,” tandasnya. (ale/mat)

Sumber: Jawa Pos, 23/01/2010

Read Original Post at : http://kabarmadurakbr.blogspot.com/2010/01/pln-jamin-madura-cukup-listrik.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Pamekasan Layani KTP On Line di Kecamatan

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Pamekasan melangkah ke penggunaan tekonologi informasi modern untuk melaksanakaan e-government dalam pelayanan KTP. Memang belum bisa diterapkan di seluruh kecamatan.

Dari 13 kecamatan di Pamekasan baru lima kecamatan bagian utara Pamekasan yang telah siap menerapkan secara sempurna. Masing-masing Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pegantanan dan Palengaan. Delapan kecamatan lainnya masih menggunakan sistem off line, bahasa lainnya manual.

“Sistem ini untuk membantu kecepatan dan keakuratan data kependudukan yang bisa mendukung perencanaan pembangunan dan pelayanan dokumen kependudukan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pamekasan Drs HM Alwi SH MSi.

“Layanan ini dilakukan dengan pemutahiran data dengan format by name by address, juga ditunjang dengan pelatihan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Desa dan Kelurahan,” katanya.

Dengan demikian diharapkan akan melahirkan pelayanan yang evektif, evisien dan terpadu. Juga terbangun data kependudukan yang akurat, lengkap, mutahir dan mudah diakses.

Teknologi jaringan wireless local area network dari dan ke lima kecamatan dengan pusat data di Dinas Kependudukan sudah tersambung.

Di Kecamatan Pasean, Batumarmar, Waru, Pegantenan, Palengaan sudah dibangun tower antena yang on line dengan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Juga telah dilakukan pelatihan kepada operator pendaftaran kependudukan dan pengembangan SIAK.

Diharapkan 2010 jaringangan ini sudah dibangun di seluruh kecamatan. Sehingga tahun berikutnya Pamekasan sudah siap menerapkan elektronik KTP (e-KTP) sebagaimana amanat peraturan pemerintah nomor 26 tahun 2009.

Integrasi sinkronisasi data kependudukan di Dispenduk Capil sudah menggunakan satu server untuk pelayanan dokumen.

Dia mengaku masalah SDM masih perlu pembenahan sebagai pelaksana, mulai tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Hard ware dan software pelayanan beserta peralatan pendukungnya seperti genset di 13 kecamatan.

Genset dibutuhkan karena pelayanan tidak boleh berhenti karena listrik padam. Selain itu masyarakat juga dituntut berperan aktif untuk melaporkan persoalan kependudukan.

Bupati Pamekasan berharap dengan sistem ini akan terhindari persoalan kependudukan seperti yang terjadi selama ini. Misalnya dalam kepentingan pemilu, maupun kepentingan administrasi kependudukan lainnya.

“Terkait dengan sistem SIAK ini saya sarankan agar unit kerja terkait di tiap tingkatan hendaknya benar-benar menguasai tugas dan bidangnya. Tidak cukup dalam satu unit kerja hanya pemimpinnya saja yang bekerja bagus, namun bawahan dan seluruh staf harus aktif bekerja bagus sesuai dengan tugasnya. Karena itu masalah SDM ini sangat penting diperhatikan,” katanya. (Masdawi dahlan)

Sumber: Surabaya Post, Selasa, 19 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadurakbr.blogspot.com/2010/01/pamekasan-layani-ktp-on-line-di.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Pamekasan Cocok Untuk Industri Pertanian

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Ir H La Nyalla Mahmud Mattalitti menegaskan Pamekasan memiliki peluang emas untuk pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian. Sebab Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pamekasan didominasi oleh sektor pertanian sekitar 39%, sementara sektor perdagangan 25% , jasa 20% dan industri hanya 0,36%.

Nyalla mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara pelantikan pengurus Kadin Pamekasan periode 2009-2014 di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (20/1).

“Ke depan saya kira Pamekasan perlu mencari produk pertanian yang betul cocok untuk dikembangkan, bukan hanya pada hulunya tapi juga sampai pada sektor hilirnya yaitu industri olahan, “ kata Nyalla.

Untuk itu, kata Nyalla, Pamekasan membutuhkan stimulus untuk produk pertanian yang terpilih dengan tujuan diolah menjadi produk industri yang berbasis pertanian, yang pada gilirannya akan membantu perbaikan ekonomi Pamekasan.

“Dalam memilih produk pertanian yang akan dikembangkan juga harus diperhatikan daya serap, baik daya serap produk pertaniannya maupun daya serap produksi industri olahan hasil pertanian tersebut,” jelasnya.

Dia berharap agar Kadin Pamekasan dapat menyumbangkan pemikiran untuk menyusun program pengembangan ekonomi Kabupaten Pamekasan. Karena itu Kadin disarankan melakukan kajian yang mendalam untuk menyusun program unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Pamekasan. “Saya yakin bapak bupati butuh dan mendukung Kadin untuk terlibat di dalamnya, ” tandasnya.

Kadin Jatim, lanjut Nyalla, telah memiliki program promosi produk unggulan dari daerah. Dia berjanji akan segera mengirimkan kerangka acuan usulan produk unggulan daerah tersebut kepada bupati kepala daerah dam wali kota. Langkah ini perlu dilakukan agar tidak ada kesamaan produk unggulan yang diajukan daerah untuk dipromosikan oleh Kadin Jatim.

Dalam upaya mempermudah koordinasi dan tugas kerja Kadin di daerah, Nyalla meminta kepada pemerintah daerah agar mendukung dan memastikan para pelaku usaha di daerahnya untuk segera mendaftar menjadi anggota Kadin dan memiliki kartu tanda anggota (KTA).

Bupati Pamekasan Drs KH Khalilurrahman SH menyambut positif saran dan tawaran Ketua Umum Kadin Jatim. Menurut dia Pamekasan memiliki banyak potensi unggulan yang perlu dikembangkan, baik bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, wisata dan lain sebagainya.

Bupati bertekad akan memberikan kemudahan dan keamanan bagi pengusaha yang bermitra dan menanamkan modal di Pamekasan. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 21 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadurakbr.blogspot.com/2010/01/pamekasan-cocok-untuk-industri.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Makam Keturunan Raja Meledak

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Warga dikejutkan dengan kejadian aneh, Selasa (19/1). Salah satu makam keturunan Raja Sumenep di kawasan pemakaman Raja-Raja Sumenep, Asta Tinggi, di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota meledak.

Ledakan makam itu terjadi pada nisan almahum Hj. R. Ajeng Salmah binti kiyai RB Abdul Latif yang merupakan keturunan raja ke-13 dari salah satu Raja Sumenep Pakunataningrat, yang memerintah tahun 1879-1901.

Ledakan keras itu terdengar hingga ke Desa Kasengan, Kecamatan Manding, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari makam. Batu nisan yang terbuat dari marmer rusak parah.

Salah seorang karyawan Asta Tinggi, Slamet Riadi (56) menyebutnya sebagai kejadian gaib. “Kita tidak tahu penyebab ledakan itu. Sebelum meledak pun tidak ada petanda, tapi biasanya setelah ini mungkin ada sesuatu,” kata Slamet Riadi (56) yang dihubungi Kamis (21/1).

Semula warga menduga ledakan itu berasal dari petasan. Ternyata tidak ada sisa-sisa ledakan petasan. ”Kalau petasan pasti ada kertas atau bahan pembungkus lainnya yang berhamburan,” ujarnya.

Masyarakat yang mendengar suara keras itu berdatangan ke komplek makan Asta Tinggi, untuk mengetahui asal-usul bunyi ledakan.

Menurutnya, semasa hidupnya, almarhumah Salmah dikenal sebagai guru ngaji. “Hingga sekarang banyak warga yang datang untuk melihat makam tersebut,” ungkapnya. Hj. R. Ajeng Salmah tercatat lahir di Sumenep pada tanggal 5 Mei 1941 dan wafat di Surabaya pada 21 Oktober 2001.

Tokoh Ulama di Sumenep yang juga Pengasuh Ponpes Al Karawiyah, Kecamatan Ganding, KH. Fayyad As’ad menilai, kejadian ini merupakan pertanda yang harus diwaspadai semua pihak.

Dia meminta semua masyarakat waspada kemungkinan yang terjadi akibat peristiwa gaib ini. ”Kita tidak tahu apa ini berhubungan dengan kondisi cuaca saat ini, maupun menjelang pelaksanaan pilkada Juni 2010 mendatang, atau terhadap keturunan para Raja di Sumenep sendiri,” ujarnya.

Akan tetapi, dia meminta kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. “Kepastian kejadian itu tidak bisa diartikan secara manusiawi, itu rahasia Ilahi,” ujarnya.

Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk penyelidikan sementara. Dari hasil penyelidikan di lapangan, polisi tidak menemukan adanya kejanggalan dalam kejadian ini. Beberapa petugas kepolisian yang diterjunkan ke makam tidak menemukan tanda-tanda ledakan itu disengaja.

Kapolsek Kota, AKP Mohammad Heri, mengatakan, peristiwa ini merupakan kejadian alam. Sehingga, tidak perlu adanya tindakan dari petugas. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ini kejadian alam,” katanya.

Setelah penyelidikan oleh polisi, batu-batuan dan tanah yang mencuat pada makam itu dibersihkan Kamis pagi yang dilakukan oleh karyawan Asta Tinggi atas permintaan ahli waris.

Kerabat almarhumah R.A. Salmah juga memasang batu nisan baru di makam.

“Saat ini, batu-batuan dan tanah yang mencuat serta batu nisan lama yang pecah, sudah dipinggirkan. Kondisi makam R.A. Salmah sudah bersih lagi,” ucap Slamet, seorang karyawan Asta Tinggi. (iir)

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 21 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadurakbr.blogspot.com/2010/01/makam-keturunan-raja-meledak.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Baliho Pilkada Sumenep

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Sumenep - Salah satu alat peraga sosialisasi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumenep, Madura, yang dibuat KPU diletakkan di Kantor DPRD setempat, Jumat (5/2). KPU Sumenep membuat 45 alat peraga sosialisasi pilkada berupa 15 baliho dan 30 spanduk. (FOTO ANTARA/Slamet Hidayat/Oka).

Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/02/baliho-pilkada-sumenep.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Bupati Akui Ada Perbedaan Visi-Misi

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Bupati Pamekasan Drs KH Kholilurrahman SH menegaskan bahwa dalam proses pergantian Sekdakab Pamekasan memang ada perbedaan antara dirinya dengan Dr A Jamaludin Karim MSi, mantan Sekdakab Pamekasan. Namun, perbedaan itu bukan dilatarbelakangi oleh kepentingan atau masalah pribadi, melainkan beda dalam soal visi dan misi Pamekasan ke depan.

Bupati mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan sesudah melantik Drs R Hadi Suwarso MSi sebagai Sekdakab Pamekasan menggantikan Dr A Jamaludin Karim MSi di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (27/1). “Perbedaan kita jelas hanya dalam soal visi dan misi ke depan, bukan soal pribadi. Karena itu, saya minta masalah ini benar benar diperhatikan oleh Sekda yang baru,” katanya.

Proses pergantian Sekdakab Pamekasan dari Dr A Jamaludun Karim ke Drs R Hadi Suwarso sempat diwarnai polemik. Pihak Jamaludin menilai pencopotan jabatan dirinya tidak prosedural, sehingga dia mengajukan gugatan ke PTUN Surabaya. Sementara, pihak bupati mengakui bahwa proses yang dilaluinya sudah prosedural.

Menurut Bupati Kholil, dalam proses pergantian Sekdakab harus disikapi dengan bijaksana. Bupati Kholil mengakui bahwa jabatan Sekdakab merupakan jabatan penting karena menjadi eselon tertinggi eksekutif di daerah. Sekdakab, kata dia, harus memiliki kemampuan untuk mengelola dana dengan tepat, sarana dan prasana, serta harus mampu berkoordinasi dengan lembaga lain secara baik. Karena kriteria yang berat itu, Bupati Kholil mengaku berhati-hati sekali menetapkan figur Sekdakab yang diajukan ke gubernur.

Kepada Hadi Suwarso, Bupati Kholil berharap agar dalam menjalankan tugasnya tidak hanya mengandalkan cara berfikirnya sendiri, namun juga harus bisa memperhatikan masukan dan pemikiran staf atau bawahannya. “Pimpinan yang bijaksana adalah tidak hanya bertindak menurut cara pemikirannya sendiri, namun juga menerima masukan dari orang lain atau bawahan,” tandasnya. (mas)

Sumber: Surabaya Post, Kamis, 28 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/01/bupati-akui-ada-perbedaan-visi-misi.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Cabup Visioner Azasi Hasan Lolos Konvensi

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Kandidat Bakal Calon Bupati Sumenep Azasi Hasan, SE, MM dinyatakan lolos Konvensi dan Rapimcab DPC PPP Sumenep. Ia lolos dalam Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati 2010-2015 di Aula Gedung RRI Sumenep, Minggu malam (10/01). Pada agenda besar partai berlambang ka’bah ini, Azasi Hasan terpilih bersama kandidat dua nama lain yang mengikuti acara konvensi.

Bersama itu konvensi juga menetapan tiga nama bakal calon yang lolos sebagai bakal calon wakil bupati. Azasi Hasan lolos sebagai kandidat bakal calon bupati karena dianggap memiliki visi-misi untuk mewujudkan perubahan nyata. Dimana pada penyampaian visi-misi Azasi Hasan mampu menguraikan secara singkat, padat dan tepat sararan.

Bahkan saat sambutan, banyak terikan dan tepuk dari peserta, pengurus partai dan undangan sebagai bentuk dukungan. Hadir empat panelis sebagai penanggap atas penguraian visi-misi yang dilontarkan semua bakal calon bupati dan wakil bupati. Diantaranya Hariyadi (Unair), Sri Adiningsih (UGM), Ach. Novel (Unija) dan dr. Kusmuni Dali Ketua IDI Sumenep

Dihadapan peserta dan panelis ia menyampaikan visi-misinya. Azasi Hasan menyampaikan bahwa visinya adalah Mewujudkan Sumenep Sejahtera & Berahlak Melalui penyelenggara Pemerintahan Yang Bersih, Demokratis & Efisien. ”Untuk mewujudkan visi pembangunan seperti dimaksud visi tersebut, kami akan merumuskan misi pembangunan agar tujuannya dapat tercapai,” kata Azasi Hasan yang saat ini sebagai Secretary Corporate Bank BNI 1946

Secara garis besar, misi pembangunan Kabupaten Sumenep Tahun 2010-2015, Azasi Hasan diantaranya, Peningkatan aksebilitas pelayanan pendidikan yang murah, bermutu, disegala bidang demi peningkatan kualitas SDM, yang berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meningkatkan aksebilitas pelayanan kesehatan yang murah & memadai untuk peningkatan produktivitas masyarakat.

Selanjutnya, Perluasan lapangan kerja untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup rakyat dengan memberdayakan perekonomian rakyat yang berbasis pertanian, nelayan, pengusaha kecil & menengah. Meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan industri, perdagangan yang berdaya saing berbasiskan potensi daerah & pengelolaan potensi ekonomi rakyat melalui kemitraan antar pelaku ekonomi.

Ditambahkan juga bahwa, perlunya mengoptimalkan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang produktif, berdaya saing, adil, merata & ramah lingkungan serta berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Perimbangan pembangunan disemua daerah secara terpadu & proporsional. Mewujudkan birokrasi profesional dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Dan terakhir peningkatan keamanan, ketertiban, supremasi hukum, stabilitas politik & HAM.

Sementara dalam rangka mewujudkan visi-misi pembangunan Sumenep kedepan yang telah diuraikan. Tentunya diperlukan kerangka strategis agar proses dan langkah terseut dapat lebih terarahkan. ”Yakni dengan cara menterpadukan secara harmonis penyelenggaraan tugas pemerintahan, tugas pemberdayaan masyarakat dan tugas pembangunan,” jelas pria kelahiran Sumenep, 28 Juli 1968 ini.

Azasi Hasan juga menjelaskan, penyelenggaraan tugas pembangunan harus dengan program-program prioritas dan terarah. Diharapkan dapat mencapai atau mewujudkan visi dan misi pembangunan Sumenep yang telah ditetapkan. ”Adapun strategi pembangunan yang kita terjemahkan diantaranya; Strategi Bidang Pemerintahan, Strategi di Bidang Pembangunan dan Strategi di Bidang Kemasyarakatan,” ujarnya.

Adapun menurutnya strategi tersebut, memerlukan komitmen penyelenggaraan tugas pemerintahan, tugas pemberdayaan masyarakat, dan tugas pelaksanaan pembangunan. ”Secara garis besar dapat dijelaskan dengan, Pengembangan ekonomi sektor riil, Pengembangan Kualitas Pendidikan dan Ponpes, Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Penegakan Supremasi Hukum, Otonomi Daerah dan Pengembangan Potensi Daerah,” tandasnya.

Lolosnya Azasi Hasan tidak lepas karena dukungan dari ulama, sesepuh, pengurus Partai. Dimana menghadiri konvensi terlihat hadir diantaranya, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan pemuda, tim sukses dan pendukung Azasi Hasan mendampingi dirinya. Turut juga hadir beberapa pengurus Pimpinan Anak Cabang PPP dan sesepuh PPP Sumenep ikut mendampingi dirinya.

Langkah kedapan Sesuai Pasal 5 Juklak Desk Pilkada DPP PPP tentang Pengusulan, Pengajuan dan Penetapan Bakal Calon Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Ayat 2 tertulis apabila tidak memenuhi persyaratan untuk mencalonkan paket calon sendiri, maka DPC dapat melakukan koalisi dengan partai politik yang memiliki kesamaan visi, misi dan Khittah Program Perjuangan PPP.

”Kami juga akan terus menggalang komunikasi dan mencari tambahan dukungan koalisi dengan parpol lainnya. Agar dukungan meluas dan merata. Sehingga dengan dukungan tersebut, cita-cita kemenangan yang kita harapkan kemenangan bisa tercapai,” terang Azasi Hasan.

Selanjutnya sebagaimana poin penting pada Pasal 5 ayat 3 menyebutkan, Pertimbangan kemungkinan terpilih sebagaimana pada ayat 2 didasarkan atas kecendrungan pendapat masyarakat yang diantaranya, didapatkan melalui survey pendapat masyarakat yang dilaksanakan Lembaga Survey Opini Publik. Baik yang dikelola oleh Partai maupun Lembaga Survey Indonesia.

Setelah lolos konvensi Azasi Hasan akan terus berkonsentrasi pada membangun komunikasi politik agar bisa lolos pada tahapan konvensi berikutnya. Selain itu ia terus akan menggalang dukungan suara dan melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan elektabilas. Agar DPW PPP Jawa Timur dan DPP PPP memilih, merekomendasikan dan menetapkan dirinya sebagai satu-satunya Bakal Calon Bupati Sumenep 2010-2015. (adv)

Sumber: Azasi Hasan Center, January 17, 2010

Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/01/cabup-visioner-azasi-hasan-lolos.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

DPRD Sumenep Panggil PT SPE Petroleum Ltd

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Komisi B DPRD Sumenep segera memanggil PT SPE Petroleum Ltd terkait gugatan masyarakat mengenai ekspolrasi migas. Gugatan ini muncul dari dua lembaga swadaya masyarakat (LSM). Diantaranya Forum Kiai Muda (Forkim) dan LSM Kelompok Jaringan Kerja Penyelamatan Lingkungan Sumenep (Jaka Peling)

Alasan gugatan eksplorasi yang berlokasi di titik Kecamatan Guluk-guluk, Bluto, Lenteng dan Pragaan. PT SPE Petroleum Ltd dianggap menyalahi aturan yang ada. Hal ini disampaikan Wiwid Harjo Yudanto Anggota Komisi B DPRD Sumenep, saat di wawancari di Gedung DPRD Sumenep, Rabu, 20 Des 10.

”Pihak Manajer PT SPE Petroleum Ltd dipanggil untuk dimintai keterangannya. Dimana pihak manajemen harus bisa menjelaskan tahapan-tahapan explorasi apakah sudah sesuai prosedur. Baik sosialisasi ke masyarakat, resiko lingkungan, ijin Amdal dan lainnya,” kata Wiwid yang juga anggota Fraksi Demokrat Keadilan Pembaharuan ini.

Menurutnya, gugatan selama ini dilakukan untuk menolak kegiatan uji siesmik yang akan dilakukan SPE Petroleum Ltd di sejumlah titik di Kecamatan Guluk-guluk, Bluto, Lenteng dan Pragaan. Namun setelah kami meninjau ke lapangan, khusus Desa Larangan Pereng Pragaan tidak ada masalah.

Malahan Kepala Desa dan masyarakat setempat sudah membentuk Tim 13 untuk mengawal eksplorasi, untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak luar yang ingin turut memperkeruh keadaan. Sementara yang lainnya memang belum ada sosialisasi terlebih dahulu..

Wiwid menegaskan bahwa, tuntutan ke Komisi B adalah menolak rencana eksplorasi migas PT SPE Petroleum Ltd. Dimana pihak perusahaan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pihak PT SPE Petroleum Ltd hanya satu kali melakukan sosialisasi kepada warga di kantor kecamatan.

”Seharusnya dilakukan dengan baik. Sosialisasi harus jelas agar masyarakat mengetahui survei seismik oleh PT SEP Petroleum Ltd. Jangan sampai masyarakat menilai ada yang tidak jelas. Kami mendesak pihak perusahaan korporatif dan pastispatif,” ungkap Wiwid dengan tegas.

Wiwid juga menyatakan, bahwa Komisi B akan berkordinasi dengan Pemkab Sumenep. Dalam hal ini Komisi B segera memanggil Badan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Pemkab Sumenep.

Kader Partai Demokrat Sumenp ini mendesak, PT SPE Petroleum Ltd melakukan sosialisasi secara menyeluruh pada warga di titik eksplorasi. Selanjutnya Komisi B juga melakukan pertemuan khusus dengan BP Migas.

”Supaya sosialisasi kegiatan uji seismik SPE Petroleum berjalan dengan baik di Sumenep. Jangan sampai ada, sosialisasi setengah hati. Kami ingin masyarakat bisa menerima yang memang menjadi hak-hak dasarnya,” tandasnya. (rud)

Sumber: Paste Sukses, January 20, 2010

Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/01/dprd-sumenep-panggil-pt-spe-petroleum.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Gembong Curwan Ditangkap, Polsek Dikepung

Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com

Meresahkan, Barang Bukti Sebelas Ekor Sapi

Setelah diseriusi sekian lama, polisi akhirnya berhasil menangkap gembong dan komplotan pencuri hewan (curwan) di wilayah Kecamatan Galis dan sekitarnya. Tiga yang berhasil ditangkap adalah Tohar, 44, warga Desa Blateran, Toniki, 44, warga Desa Lantek Barat, dan Maken, 44, warga Desa Telok. Semua tersangka berasal dari Kecamatan Galis. Hingga kemarin (19/1), polisi masih memburu dua anggota komplotan curwan lainnya.

Bersamaan dengan ditangkapnya gembong dan komplotan curwan tersebut, korban curwan dari sejumlah desa di Galis pun langsung mengepung Polsek Galis. Emosi mereka sempat meminta polisi untuk melepas tiga tangkapannya untuk diadili warga. Mereka kesal karena para tersangka telah beberapa kali melakukan curwan setelah keluar-masuk penjara.

Kapolres Bangkalan AKBP Agus Salim melalui Kapolsek Galis Iptu Ali Achmadi mengungkapkan, ketiga tersangka yang kini ditahan tidak ditangkap secara bersamaan. Mereka ditangkap satu per satu setelah proses penyelidikan. “Yang pertama ditangkap itu Maken. Dia (Maken, Red) adalah penadah sapi-sapi curian. Yang kami bawa (barang bukti, Red) ada 11 ekor sapi,” ujar Ali.

Setelah memeriksa dan mengembangkan kesaksian Marken, polisi melanjutkan pencariannya. Sebab, tersangka lain dikabarkan hendak melarikan diri ke Kalimantan. “Kami bergerak cepat dan menangkap dua tersangka (Tohar dan Toniki, Red) saat hendak melarikan diri ke Kalimantan. Mereka ditangkap di rumah warga Desa Kranggan Barat (Kec Galis) pada Senin (18/1) sore,” terangnya.

Menurut Ali, komplotan curwan yang tertangkap itu beroperasi di sedikitnya empat kecamatan di wilayah timur Bangkalan. Yaitu, Galis, Konang, Blega, dan Modung. “Sementara yang diakui Tohar masih dua TKP (tempat kejadian perkara). Di Desa Tlagah dan Paterrongan (Kec Galis, Red),” tandasnya. Selain sapi, yang diamankan sebagai barang bukkti, tiga sapi lainnya sudah dijual di Pasar Kec Tanah Merah.

Terkait banyaknya warga yang datang, Ali mengatakan, hal itu disebabkan kekesalan warga terhadap pelaku curwan tersebut. “Mereka (warga, Red) mungkin kesal sekali dengan pelaku. Bahkan ada yang minta supaya warga yang mengadilinya,” ungkapnya.

Sementara itu, puluhan warga yang berkumpul di Polsek Galis secara bergantian melihat tersangka di dalam sel. Mereka meneriaki dan mencaci-maki tersangka karena kesal. “Ini baru yang pertama sejak 10 tahun. Sebelumnya nggak pernah terungkap sebanyak ini,” ungkap Hadi, warga Desa Nyor Manes, Kec Blega.

Menurut dia, sejumlah warga yang datang ke Polsek Galis merupakan korban curwan. “Bukan cuma satu-dua sapi yang dicuri, tapi puluhan atau mungkin ratusan,” ujar Hadi.

Tohar, sambungnya, memang terkenal pelaku curwan. Dia pernah mendengar pelaku curwan tersebut ditangkap, bahkan ditembak. “Tapi ya masih mencuri lagi setelah keluar dari penjara. Makanya, dia itu lebih baik dihabisi saja,” katanya. (lah/ed)

Sumber: Jawa Pos, Rabu, 20 Januari 2010

Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/01/gembong-curwan-ditangkap-polsek.html

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com