Sakera Blogger

Komunitas Blogger Madura
Share

Warga Tanam Pohon Pisang Di Tengah Jalan

Pamekasan-Para warga kecamatan Pademawu, Pamekasan, , sengaja beramai-ramai menanam pohon pisang di tengah jalan raya Provinsi, jurusan Sumenep - Pamekasan.  Jalan yang berlubang yang berada di tengah jalan tersebut, langsung digali dan ditancapkan pohon pisang diatasnya. Selain itu, warga juga meletakkan sepeda motornya ditengah jalan. Tak ayal lagi, aksi tersebut membuat jalanan macet.

Aksi ini dilakukan, sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah kabupaten Pamekasan, yang tidak perduli dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang tersebut. Tak hanya itu, jika hujan, di jalan tersebut sering terjadi banjir, sehingga lubang tertutup oleh air, dan sering terjadi kecelakaan lalu lintas, bahkan telah memakan empat korban tewas. Warga berharap kepada pemerintah turun tangan, segera memperbaiki jalan tersebut, agar tidak memakan korban kecelakaan lalu lintas lebih banyak lagi.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Bupati Pamekasan Copot Jabatan 2 Kepala Sekolah

Pamekasan-Pernyataan pencopotan 2 nama kepala sekolah beserta wakilnya ini, ditegaskan oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman dihadapan sejumlah wartawan, dalam jumpa persnya di pondopo ronggo sukowati. 2 kepala sekolah beserta wakilnya yang dicopot dari jabatannya itu, yakni Kepala SMKN 1 dan Kepala SMAN 3 Pamekasan. Pasalnya, kemarahan Bupati ini diperlihatkan,  ketika melakukan sidak ke SMAN 3 Pamekasan yang tidak lain merupakan SMA favorit dan SMKN 1 Pamekasan,  hingga kini masih terkesan kumuh.

Menurut Bupati Pamekasan, instruksi atas pencopotan  2 kepala sekolah beserta wakilnya itu disampaikan langsung kepada  Sekretaris Disdik Pamekasan, Salah Samlan,  yang kebetulan ikut dalam sidak . Pencopotan kedua kepala sekolah beserta wakilnya,  merupakan pelajaran bagi sekolah-sekolah lainnya  untuk tidak main-main dalam hal kebersihan. Pasalnya,  ia sudah membentuk tim kebersihan yang terbagi dalam dua tim. Yakni,  tim A, yang  dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan. Serta tim B, yang  dipimpin oleh Wakil Bupati Pamekasan, Kadarisman Sastrodiwirjo.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Kesenian Saronen Dan Jarak Serek Diminati Warga

Sumenep-Saronen dan Jaren Serek kesenian yang sangat khas di pulau Madura. Keberadaan kesenian ini tak pernah luntur meski dunia semakin maju. Musik khas Saronen ini sering dipentaskan di acara penting masyarakat Sumenep. Misalnya, pesta pernikahan, acara penyambutan orang penting, dan kegiatan lainnya.

Musik saronen dan jeren serek ini hampir ada di semua kawasan kabupaten Sumenep. Lantunan musik saronen akan terasa nikmat saat diiringi dengan lantunan lagu para biduan. Taufiqurrahman, salah seorang budayawan Sumenep meminta semua warga Sumenep bisa menjaga kesenian khas ini. Supaya, kesenian ini tidak pernah hilang, apalagi sampai dicaplok negara lain. Di kabupaten Sumenep, terdapat banyak kelompok musik saronen. Bahkan, sejumlah kelompok musik saronen di Sumenep mampu menghasilkan dokumentasi pagelaran musik yang luar biasa.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Sumenep-Acara ini diselenggarakan di Pendopo Agung Sumenep. Setelah pengukuhan kepengurusan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan, dilanjutkan dengan acara, wisata kuliner.

Terlihat para peserta wisata kuliner sangat antusias mengikuti jalannya acara ini.  Tujuan acara ini adalah untuk memberi tahu kepada anak bangsa, bahwa ikan laut ini, sungguh sangat tinggi kandungan proteinnya, sehingga membuat otak yang cerdas.

Amin Djakfar,  Kepala Dinas Kelautan, mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini driencanakan diadakan di setiap Tahun. Karena ikan adalah konsumsi yang baik, terutama bagi anak-anak.

Daerah laut Sumenep bisa dikatakan luas. Sehingga, sangat disayangkan bila penduduk Sumenep kurang berminat dengan apa yang dinamai ikan laut ini. Dinas Kelautan akan terus melakukan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Difteri Masih Ancam Warga Sumenep

Sumenep-Ajakan berhati-hati terhadap ancaman difteri ini disampaikan  pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Sumenep. Himbauan ini mengiringi pelaksanaan hari kesehatan nasional.  Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Rumah Sakit Daerah Sumenep. Pertemuan ini dihadiri seluruh jajaran tenaga medis rumah sakit, yang meliputi dokter, bidan, perawat, dan karyawan setempat.

Dalam kegiatan ini, persoalan penyakit difteri masih menjadi pembahasan utama. Apalagi,  Gubernur Jawa Timur Sukarwo  menyatakan kejadian luar biasa, terkait masih mewabahnya virus difteri di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, RSUD Moh Anwar  masih melakukan perawatan terhadap tiga pasien Difteri. Jumlah ini menambah daftar 16 pasien yang sebelumnya telah dinyatakan suspect difteri. Dengan begitu maka total penderita penyakit virus mematikan ini di kabupaten Sumenep berjumlah 19 Orang.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Abdul Aziz Suseno Kunker Ke Sumenep

Sumenep-Kunjungan ini dihadiri sejumlah Kader PKS dan tokoh masyarakat Sumenep. Dalam kunker ini banyak dibahas tentang masalah kesehatan. Permasalahan ini dibahas, untuk menemukan jalan keluar bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu kegiatan ini menjadi acara untuk menjalin silahturahmi, dan kekerabatan antar sesama Kader Partai Keadilan Sejahtera.

Abdul Aziz Suseno. Yang merupakan anggota komisi Sembilan DPR RI Fraksi PKS Dapil Jatim ini, memang bertugas untuk menjaga dan memperhatikan masalah Kesehatan dan Tenaga Kerja Indonesia. Dia  memaparkan, bahwa memang banyak masalah kesehatan Tenaga Kerja Indonesia yang membutuhkan perhatian.

Selain melakukan kunjungan kerja tersebut, anggota DPR RI ini, juga melakukan ramah tamah bersama anggota dewan pimpinan cabang Partai Keadilan Sejahtera. Pada akhir acara, Abdul Azis menyampaikan, bahwa apa yang menjadi permasalahan di daerah, jangan segan-segan untuk diutarakan kepada perwakilan di pusat.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Warga Kepulauan Enggan Bayar Pajak

Sumenep-Sejumlah warga kepulauan di Sumenep, dituding enggan untuk membayar pajak. Membandelnya warga kepulauan ini, ditengarai karena menunggu realisasi rencana pemerintah akan menggratiskan pajak bagi warga di Sumenep, seperti janji Bupati Sumenep saat kampanye sebelum dilantik.

Tokoh masyarakat asal kepulauan Sumenep, Abdurrahman Saham, menegaskan, hingga saat ini masih banyak warga kepulauan yang tidak mau membayar pajak. Warga berdalih, mereka akan digratiskan untuk membayar pajak.

Padahal, menurut Wakil Sekretaris Komisi D DPRD Sumenep ini, warga yang gratis untuk membayar pajak, apabila  pembayarannya pajaknya setiap tahun dibawah Rp 15 Ribu Rupiah. Tapi pihaknya yakin, Bupati Sumenep pasti akan merealisasikan proses tersebut.

Menurutnya, Bupati Sumenep dipastikan tidak akan ingkar janji untuk merealisasikan gratis pajak bagi warga miskin di Sumenep. Cuma, hingga saat ini masih dalam proses pembahasaan seperti apa warga yang harus membayar pajak dan tidak harus membayar pajak.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Tuntut Copot Tim Raskin Kecamatan Dan Kabupaten

Sumenep-Dugaan mandegnya tim raskin kecamatan Sapeken dan kabupaten Sumenep, karena sejak Tahun 2008 tidak ada proses penyelesaian secara jelas, membuat para demonstran meminta para wakil rakyat mencopot tim raskin di kecamatan dan kabupaten.

Demonstran ini menuntut diberhentikan tim raskin kecamatan Sapeken dan kabupaten Sumenep. Bahkan tim bersangkutan harus diproses secara hukum. Dua tim tersebut dinilai telah gagal dalam menjalankan fungsinya.

Selain itu, para mahasiswa juga meminta agar kepala desa yang terlibat dan terbukti melakukan penggelapan raskin di kepulauan Sapeken diberhentikan serta diproses secara hukum. Termasuk juga wajib mengembalikan raskin kepada masyarakat secara untuh.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep, Syiful Bahri, menegaskan, bahwa persoalan raskin tetap dijalankan namun, masih belum ditemukan titik temu. Menurutnya, pihaknya akan tetap berusaha agar persoalan raskin di kepulauan bisa diselesaikan. Namun, pihaknya masih mencari formulasi yang bagus bentuk penyelesaiannya.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Diarak Keliling Desa Saat Khatam Al Qur’an

Sumenep-Beginilah tradisi warga dusun Batoguluk desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep. Siswa yang sudah khatam mengaji Al-Quran di mushallanya, langsung diarak keliling desa dengan diiringi musik rebana atau hadrah. Arak-arakan ini, sebagai bentuk syukur terhadap anak yang telah mampu mengkhatamkan 30 Juz Al-Quran.

Di Mushalla Al-Amin ini, terdapat tiga santri yang telah khatam, antara lain Moh Irfan Effendi, Misrodi dan Moh Mujib. Tiga anak ini, langsung diarak keliling desa sebagai penghormatan terhadap mereka yang telah  mampu membaca kitab suci Al-Quran.

Kebiasaan mengarak anak yang khatam Al Qur’an ini sudah dilakukan turun temurun. Orang tua dinilai mempunyai kewajiban untuk mendidik anaknya, termasuk juga, mengarahkan anaknya agar bisa membaca Al-Quran serta mampu mempraktekkannya.

Sementara itu, Shobri, guru ngaji desa setempat berharap agar para santri yang telah khatam Al-Quran bukan hanya bisa membaca , tetapi diharapkan mampu mengamalkan kandungan dari kitab suci Al-Quran yang dipelajari.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com

Demonstran Pulang Karena Tidak Ditemui Bupati

Sumenep-Kasus dugaan penggelapan beras untuk keluarga miskin di wilayah kepulauan Sumenep, terutama kecamatan Sapeken terus berlanjut. Puluhan mahasiswa dan pemuda, Senin 14 November 2011 menggelar aksi kembali di depan gedung pemerintah kabupaten Sumenep. Dalam demo ini, para demonstran menuntut agar pemerintah benar-benar serius menangani dugaan penggelapan raskin di wilayah kepulauan Sapeken yang diperkirakan mencapai 500 Ton raskin.

Para peserta aksi ini meminta agar pemerintah memberikan sanksi hukum kepada instansi pemerintah yang terlibat dalam dugaan penggelapan raskin. Setelah menyampaikan orasi di depan gedung pemerintah, para demonstran berusaha masuk ke kantor bupati. Sempat terjadi aksi saling dorong, sampai akhir akhirnya 10 perwakilan mahasiswa diperkenankan masuk. Mereka diterima di ruang administrasi Pemkab Sumenep.

Waktu itu, hanya Kabag Perekonomian Sumenep, Syaiful Bahri, berusaha menemui demonstran untuk memberikan penjelasan. Tapi apalah daya, para demonstran meminta untuk ditemui oleh Bupati langsung. Namun, karena Bupati sedang ada acara, mahasiswa langsung pulang dan membiarkan Kabag Perekonomian Sumenep Syaiful Bahri di ruangan, dah nyaris tidak diberikan kesempatan bicara.

Seperti diketahui, kasus dugaan penggelapan raskin sebanyak 500 Ton, sudah terjadi sejak Tahun 2008 lalu. Namun, hingga kini masih belum ada kejelasan bentuk penyelesaian kasus yang merugikan ratusan warga miskin di kepulauan Sumenep itu.

Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura - KabarMadura.Com