Meresahkan, Barang Bukti Sebelas Ekor Sapi
Setelah diseriusi sekian lama, polisi akhirnya berhasil menangkap gembong dan komplotan pencuri hewan (curwan) di wilayah Kecamatan Galis dan sekitarnya. Tiga yang berhasil ditangkap adalah Tohar, 44, warga Desa Blateran, Toniki, 44, warga Desa Lantek Barat, dan Maken, 44, warga Desa Telok. Semua tersangka berasal dari Kecamatan Galis. Hingga kemarin (19/1), polisi masih memburu dua anggota komplotan curwan lainnya.
Bersamaan dengan ditangkapnya gembong dan komplotan curwan tersebut, korban curwan dari sejumlah desa di Galis pun langsung mengepung Polsek Galis. Emosi mereka sempat meminta polisi untuk melepas tiga tangkapannya untuk diadili warga. Mereka kesal karena para tersangka telah beberapa kali melakukan curwan setelah keluar-masuk penjara.
Kapolres Bangkalan AKBP Agus Salim melalui Kapolsek Galis Iptu Ali Achmadi mengungkapkan, ketiga tersangka yang kini ditahan tidak ditangkap secara bersamaan. Mereka ditangkap satu per satu setelah proses penyelidikan. “Yang pertama ditangkap itu Maken. Dia (Maken, Red) adalah penadah sapi-sapi curian. Yang kami bawa (barang bukti, Red) ada 11 ekor sapi,” ujar Ali.
Setelah memeriksa dan mengembangkan kesaksian Marken, polisi melanjutkan pencariannya. Sebab, tersangka lain dikabarkan hendak melarikan diri ke Kalimantan. “Kami bergerak cepat dan menangkap dua tersangka (Tohar dan Toniki, Red) saat hendak melarikan diri ke Kalimantan. Mereka ditangkap di rumah warga Desa Kranggan Barat (Kec Galis) pada Senin (18/1) sore,” terangnya.
Menurut Ali, komplotan curwan yang tertangkap itu beroperasi di sedikitnya empat kecamatan di wilayah timur Bangkalan. Yaitu, Galis, Konang, Blega, dan Modung. “Sementara yang diakui Tohar masih dua TKP (tempat kejadian perkara). Di Desa Tlagah dan Paterrongan (Kec Galis, Red),” tandasnya. Selain sapi, yang diamankan sebagai barang bukkti, tiga sapi lainnya sudah dijual di Pasar Kec Tanah Merah.
Terkait banyaknya warga yang datang, Ali mengatakan, hal itu disebabkan kekesalan warga terhadap pelaku curwan tersebut. “Mereka (warga, Red) mungkin kesal sekali dengan pelaku. Bahkan ada yang minta supaya warga yang mengadilinya,” ungkapnya.
Sementara itu, puluhan warga yang berkumpul di Polsek Galis secara bergantian melihat tersangka di dalam sel. Mereka meneriaki dan mencaci-maki tersangka karena kesal. “Ini baru yang pertama sejak 10 tahun. Sebelumnya nggak pernah terungkap sebanyak ini,” ungkap Hadi, warga Desa Nyor Manes, Kec Blega.
Menurut dia, sejumlah warga yang datang ke Polsek Galis merupakan korban curwan. “Bukan cuma satu-dua sapi yang dicuri, tapi puluhan atau mungkin ratusan,” ujar Hadi.
Tohar, sambungnya, memang terkenal pelaku curwan. Dia pernah mendengar pelaku curwan tersebut ditangkap, bahkan ditembak. “Tapi ya masih mencuri lagi setelah keluar dari penjara. Makanya, dia itu lebih baik dihabisi saja,” katanya. (lah/ed)
Sumber: Jawa Pos, Rabu, 20 Januari 2010
Read Original Post at : http://kabarmadura.blogspot.com/2010/01/gembong-curwan-ditangkap-polsek.html
Sponsored by : Media Informasi Wisata dan Komunitas Madura | KabarMadura.Com
Leave a reply